Minggu, 10 Mei 2009

UCAPAN TERIMA KASIH

Kami mengucapkan terima kasih atas segala partisipasi dan bantuan dalam proses pemilu legislatif tahun 2009. Apapun bantuan yang telah saudara berikan sangat bermanfaat buat kami. Proses ini (pilleg) adalah hajatan bangsa yang menyangkut hajat hidup bangsa Indonesia. Apapun hasilnya dengan segala kekurangannya adalah hasil usaha bangsa kita, dan setiap warga dan orang yang ada di wilayah ataupun di luar negeri akan memberikan kontribusi, apapun sikap dan tindakannya. Sekali lagi terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah membantu saya, dari proses kampanye sampai perhitungan suara. Yahya Asngari, S.Pd

Kamis, 21 Agustus 2008

DOWNLOAD ARTIKEL NUSAGAMA

 



Portofolio Sertifikasi guru DEPAG



Syarat yang memberatkan Guru Swasta



Pulau belum terdektiksi



Anak Tinggal Kelas Tinggi



Daftar Tentor NUSAGAMA


 


 

Sabtu, 01 Maret 2008

DAFTAR TENTOR LKBB NUSAGAMA

Tenaga pengajar kami sebagian berasal dari PTN dan mempunyai kemampuan mengajar yang baik di bidang keahliannya. Bagi yang ingin mengetahui data tentor kami dapat melihat di halaman samping pada blog ini.

Selasa, 15 Januari 2008

SETRATEGI BELAJAR EFEKTIF

SISTEM BELAJAR EFEKTIF
Ada empat tip yang sangat berguna untuk membantu para mahasiswa dalam mengembangkan sistem
belajar yang efektif dan efisien.
Koleksi : Drg Wayan Ardhana,MS.,Sp.Ort., Bagian Ortodonsia FKG UGM
• Sistem Belajar "MURDER"
• Cara Belajar EFEKTIF
• Pengaturan Jadwal Belajar Efektif
• Sepuluh tips untuk membantu anda dalam Mengerjakan Ujian
Sistem Belajar "MURDER
Sistem belajar ini dikenal dengan "MURDER", yang terdiri dari Mood, Understand, Recall, Digest,
Expand, dan Review. Perincian sistem belajar "MURDER" ini, diadaptasi dari buku The Complete
Problem Solver oleh Bob Nelson. Silahkan telaah dan cermati untuk dilaksanakan…………………
Mood - Suasana Hati:
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu,
lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
Understand - Pemahaman:
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada
unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
Recall - Ulang:
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang
kamu buat SENDIRI.
Digest - Telaah:
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada.
Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan
dengan teman atau guru/dosen.
Expand - Kembangkan:
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari:
• Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang
hendak saya ajukan?
• Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh
siswa/mahasiswa lainnya?
• Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
Review - Pelajari Kembali:
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu
kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu
berikutnya.


Sumber: http://wayanardhana.staff.ugm.ac.id/sistem_belajar.pdf, Accessed, 15 Januari

Sabtu, 12 Januari 2008

BELAJAR HANYA MAU BERALIH SEJAK SAJA

BELAJAR SESUNGGUHNYA PEKERJAAN YANG MUDAH. MUNGKIN BANYAK DARI TEMAN PELAJAR YANG TIDAK SETUJU. KARENA SEJAK BEBERAPA BULAN SUDAH PASANG KUDA-KUDA HADAPI UAN. BELAJAR KENAPA SAYA DAH BELAJAR SAMPAI LEMBUR-LEMBUR JUGA TIDAK BISA MASUK ATAU NYENTHEL ILMU DI KEPALA? OH ITU BISA JADI :
1. MEMANG ANDA TIDAK BISA IJINKAN ILMU MASUK, DENGAN ANDA TIDAK BUKA KONSENTRASI
2. ANDA TIDAK SIAPKAN TEMPAT BAGI ILMU YANG KITA TLH PELAJARI.
3. KITA TIDAK BISA JAGA DAN RAWAT SEHINGGA ILMU BETAH DAN NYAMAN.

JADI HENTIKAN PIKIRAN ANDA UNTUK SIAP MENERIMA TAMU MULIA YANG BERUPA ILMU. SILAHKAN DICOBA DENGAN MENGHENTIKAN PIKIRAN UNTUK TIDAK BERSELINGKUH DENGAN ILMU. ILMU SERING DISIA-SIAKAN DENGAN DENGAN PIKIRAN YANG GRAMYANG.

PIKIRAN SANG BAYI PADA ORTUNYA

Saya bersyukur di lahirkan oleh orang tua yang berpendidikan tinggi dan berhasil. Bapak-Simbok dalam bahasa keluarga kakek nenek di kampung Grabag, 95 km sebelah utara Yogyakarta tempat papi dilahirkan. Sama juga dengan kakek-nenek yang tinggal Mirit 105km sebelah barat Yogyakarta. Tapi tiba-tiba saya disuruh panggil papi-mami tampa ada diawali acara makan jenang abang dalam bahasa keluargaku sekarang. Saya tinggal di rumah yang memewah yang tidak saya tahu jenis rumah apa karena dalam kamusku adanya jenis rumah joglo, limasan, kampungan. Di daerah Jogja Centre dengan sebutan yang sulit dilidah Jawa, karena nama daerah biasanya sidomakmur, purwoharjo, selogiri, wonorejo yang menunjukan kondisi dan harapan atau semacam doa. Tapi ini pakai reagency tampa ada unsur daerah asal, modern lah katanya.

Yang paling aneh dan sulit saya mengerti dan mungkin sebagian orang lain, saya dipaksa lahir atas permintaan papi-mami dengan operasi cesar dengan biaya yang besar. Kasar sekali ternyata orang sekarang. Alasannya sepele hanya ingin tepat 6 tahun bulan dan tanggalnya sama dengan hari Valentien Day saja.

Rabu, 09 Januari 2008

NYAKINKAH JIKA KIRIM SURAT DI INDONESIA SAJA AKAN SAMPAI

NYAKINKAH JIKA KIRIM SURAT DI INDONESIA SAJA AKAN SAMPAI

DEPDAGRI sampai sekarang ini baru berhasil memverifikasi (memberi nama) 9.336 pulau dari 17.504 pulau yang dimiliki Indonesia, sisanya 8.168 pulau belum bernama. Dari sejumlah itu baru 4.918 pulau yang telah masuk dalam gasetir, daftar geografis dan yang telah dilaporkan ke PBB baru 4.981 pulau. Kenapa baru itu sejak 63an tahun merdeka.

Menyimak data tersebut tentu judul diatas menjadi agak ada benarnya, jika kirim surat apa akan sampai atau bisa sampai tepat waktu. Apa pak pos tidak akan kesulitan jika mau kirim surat, kasihan pak pos kan. Maka jagan kirim SMS terus nanti akan lambat pemerintan DEPDAGRI memberi nama pulau-pulau di Indonesia.

Fenonena yang sering luput dari perhatian kita adalah Label Harga di majalah atau tabloid yang mencantumkan harga untuk Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa berbeda, padahal itu masih dalam negeri. Kalau mau lebih rigid lagi Pulau Jawa itu termasuk tidak ya, Kep. Seribu, Nusakambangan, kep. Karimunjawa, Madura dan Bali. Kita jadi repot jika berpikir sempit dan tidak menyantu seperti sekarang ini.

Perjalan kita sebagai bangsa telah 63an tahun jika itu dirasa masih terlalu pendek, tentu mulai sekarang harus mepercepat ketertinggalan kita dari bangsa-bangsa lain. Kebijaksanaan otonami daerah hanya bergaung untuk orang atas (tokoh atau pegawai aja), seperti kasus hadiah atau ucapan terimakasih yang dilaksanakan oleh salah satu pemekaran propinsi di Papua, walaupun uangnya masih belum ada. Bagaimana mau membangun daerah terbut jika aparat dan orang yang dipercaya rakyat bertindak begitu.

Bagaimana tugas pengawas dana masyarakat yang telah berjalan tidak optimal. Masyarakat menjadi galau tidak segera menemukan apa yang dikampayekan oelh aparat pemda yang sesuai harapannya. Sekian lama proses pembangunan di luar Jawa semakin kurang diperhatikan (diawasi) pelaksanaannya. baik oleh aparat pemda sendiri maupun oleh pusat.

Sumber daya yang melimpah di tanah laut dan udara (bermacam-macam jenis burung) belum dimanfaatkan secara optimal. Sekarang yang terjadi adalah usaha-usaha yang selalu disalahgunakan oleh segelinter orang. Tidak menyentuh rakyat kecil dan tinggal di pedalaman. Kondisi yang begitu menjajikan mengharapkan sumber daya manusia yang beriktikat baik, jujur dan berorientasi maju demi kemakmuran bangsa indonesia. kita tidak perlu orang besar dan pandai yang berpikir sempit untuk golongannya.

Kita cermati sungguh-sungguh apa yang sebenarnya terjadi di luar jawa atau pualu yang masih kurang diperhatikan. Kasus penjualan pulau di Nusa Tenggara adalah masalah investor yang tidak mendapatkan perhatian, sehingga masuknya tidak terkontrol baik oleh pemda maupun oleh pemerintah pusat. Penulis juga tidak tahu dan merasa heran sampai detik ini masih aja, generasi muda tidak mau membangun desanya, atau di desa (luar Jawa) kurang ada sumber dana untuk membangun.

Banyak mahasiswa dari luar Jawa yang setelah lulus di PT Jawa tidak mau atau segan untuk kembali ke daerah asalnya. Atau mahasiswa dari Jawa yang mau ditempatkan di luar Jawa juga segan atau paling tidak setelah bekerja 5-10 tahun minta pindah ke Jawa. Ini tentu ada dua faktor daya tarik besar yaitu yang berada di daerah dan yang ada di Jawa. memang ada perbedaan tentang pembangunan fasilitas pelayanan yang diselenggarakan oleh negara selama ini.

Beberapa hal yang dilaksanakan menjadi mubadzir karena kekurangan SDM dan SDA (investasi). Pemerintah daerah dan pusat segera mendorong menyiapkan investasi dalam bidang pendidikan (mahasiswa yang ada di luar Jawa ditarik kembali) dengan menyediakan lapangan kerja. Tidak bisa pungkiri daerah juga perlu sumber daya manusia dari luar sehingga bisa mempercepat pembangunan daerah. Persiapan generasi muda yang lebih baik dengan mengoptimalkan peran PT di luar Jawa dengan penelitian, dan mengurang aktivitas mahasiswa yang sering tawuran di PT (Sulawesi dan Maluku).

Kita semua tidak mau nasib bangsa kita akan tidak dikenal karena kita tidak penya alamat dengan jati diri yang konsisten dan punya karakter yang menjadi ciri khas kita sebagai dasar dan pola pergaulan di dunia global.

Yahya Asngari,

OTAK PENCURI ARCA NANDISAWAHANAMURTI

OTAK PENCURI ARCA NANDISAWAHANAMURTI SEBUAH IRONI BESAR

Kasus pencurian arca di Solo merupakan tragedi keBUDAYAan dan keMANUSIAan, mengingat materi yang dicuri dan orang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Ironi besar yang dapat kita saksikan dan dapat dipahami sebagai tragedi. Hal menunjukan bahwa kita yang sering bercerita kepada orang lain (luar negeri) bahwa kita bangsa yang cinta budaya menjadi sebuah kenaifan, sebaliknya orang luar yang mengingatkan amat kagun dengan budaya kita bangsa Indonesia menjadi hal ironi karena juga melibatkan orang luar (walaupun belum tentu salah) yaitu Hugo Krejiger.

Memang kalau dilihat dari arcanya (NANDISAWAHANAMURTI) otak kepala pencuri arca tersebut sama nafsunya dengan alat kelamin arcanya. Karena jika diperhatikan alat kelamin arca tersebut berbentuk kepala kerbau. jadi tidak pernah dia berpikir dan memang kita sulit mengajak berpikir pencuri yang nafsunya binatang. Namun kita harus terus menjaga dari segala orang dan lembaga yang memfasilitasi atau memberikan ruang gerak bagi pencurian benda budaya.

Sebagai tragedi budaya inilah yang pantas disandang sekarang, dengan melihat cara dan praktik pemalsuan baik dokumen maupun barang (arcanya). Manusia yang terlibat tidak memperhatikan nilai budaya dan sopan santun sebagai bangsa yang kaya budaya.

Kita hampir tidak percaya lagi kepada negara (lembaga BP3) sebagai lembaga resmi yang bertanggungjawab, namun mereka belum mampu untuk menjaganya. Hal yang jadi pertanyaan besar adalah kenapa begitu mudahnya kelompok pencuri itu mendapatkan banyak bukti kepemilikan dari Kraton sebagai simbul budaya, dan lembaga BP3 sebagai lembaga resmi negara. Tentu ini ada yang salah dalam melaksanakan tugas dan ada orang dalam yang kuat yang mampu berbuat demikian.

Ini tragedi kemanusian dan menjadi tamparan bagi kita sebagai bangsa yang cinta budaya, harus sengguh-sungguh memriksa semua pihak yang terlibat. Kraton Solo juga lembaga BP3 Jateng, tidak cukup hanya menjadi saksi namun harus menjadi penuntut karena namanya dipalsukan. Jika ini tidak dilakukan kan menjadi sangat aneh sekali. Masak namanya dicemarkan diam saja, jika tidak mau diusut juga terlibat.

Bisa juga disebut tragedi Budaya international karena juga melibatkan ornag terkenal Hugo K dan terjadi bursa seni London. Tentu ini menjadi ironi kenapa begitu bonafitnya orang dan lembaga yang terlibat bisa lolos dari perhatian bangsa Indonesia (BP3). Demikian juga di yayasan Hashim, bercokol mantan kepala BP3 DIY seharusnya sebelum kejadian belalu ada peringatan dan perhatian sehingga kasus ini bisa dicegah sedini mungkin, atau mereka malah mendukung, hanya mereka yang tahu tentunya.

Peringaatan yang jelas dan nyata dari peristiwa hilangnya koleksi musium ini adalah perlu diambil kebijakan yang jelas dan tindakan yang nyata untuk menghindari peristiwa di masa depan. Semua komponen harus menahan diri dan selalu ingat akan nasif masa depan bangsa. Kejadian itu dapat terjadi karena dari dalam petugas (bangsa Indonesia) cepat dapat uang banyak, hal ini menjadi peluang dari luar (luar negeri) untuk mengambil koleksi kita yang berharga. Kita patut belajar dari peristiwa koleksi buku-buku primbon Jawa yang hilang dan yang ada malah di negeri Belanda. Kitan perlu berkoar-koar pada Malaysia itu budaya kita. Tapi yang perlu adalah bagaimana kita dapat merawat menjaga dan menikmat kesenian dan budaya kita. Kita hayati budaya luhur kita dan kita terapkan dalam budaya sehari-hari sekarang.

Yahya Asngari

ANGKA TINGGAL KELAS TINGGI

ANGKA TINGGAL KELAS TINGGI, APA BODOH SISWA KITA

Kondisi pendidikan di Indonesia masih menyisakan keprihatinan cukup menyentuh hati dengan besarnya angka tinggal kelas (tidak naik) kelas sebesar 12,5% dari data DIKNAS (Teacher Employment and Equity Efficiency, and Quality Improvement, Kompas, 21/12/07). Program pendidikan wajib 9 tahun yang artinya setiap anak yang lahir di seluruh wilayah Indonesia, pemerintah wajib menjamin pendidikannya. Namun dari data yang ada masih banyak siswa putus sekolah pada usia wajib belajar. Usia SD tahun 2005/2006 ada lebih kurang 824.684 (3,17%) naik 0,18% dari tahun sebelumnya, untuk usia SMP ada lebih kurang 148.890 (1,97%) turun 0,86% dari tahun sebelumnya. Begitu juga untuk siswa putus sekolah usia SLTA ada lebih kurang 171.485 (3,08) turun 0,05% dari tahun sebelumnya.

Tentunya kondisi ini menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan dan masyarakat luas, mengingat pendidikan adalah investasi bangsa jangka panjang. Kita sebagai bangsa yang masuk dalam index rendah dalam kualitas sumber daya manusia, akan sulit berinsut naik jika bidang pendidikan tidak menunjukan kualitas yang signifikan perkembangannya. Pendidikan berperan besar dalam mebentuk dan menciptakan sumber daya manusia yang berkelanjutan untuk masa depan bangsa.

Mencermati kondisi pendidikan sebenarnya telah menunjukan peningkatan tercermin dari naiknya belanja untuk pendidikan baik dari rumah tanggga pemerintah maupun dari orang tua (masyarakat), serta dari sektor industri (buku dan sarana pendidikan). Namun yang perlu dicermati lagi apakah kenaikan itu akan berpengaruh langsung dalam waktu dekat atau untuk jangka panjang. Anggaran dan sikap masyarakat yang ditunjukan dalam bentuk mendirikan sekolah unggulan (full day, international class, integreated islamic school) lebih karena tuntutan konsumen yang termakan iklan industri pendidkan. Tentu reaksi itu juga menunjukan keberhasilan pemerintah dalam mengikutsertakan masyarakat dalam pendidikan untuk jangka pendek.

Program pemerintah sebagai pelaksana utama pendidikan harus memperhatikan dalam jangka panjang sebagai investasi bangsa.

1. Sertifikasi guru yang telah dilaksanakan perlu dievaluasi demi peningkatan mutu yang sesungguhnya. kecurangan-kecurangan yang ada perlu segera dituntaskan. Pemerintah jika mau berbaut adil pensertifikasian juga membuka bagi fresh graduet (generasi muda). Keadaan ini menjadi tambahan pertimbangan bahwa faktor profesionalisme diikutsertakan tidak hanya faktor lama mengajar (pengabdian), padahal kaum muda juga ada yang baik dan berkualitas. Jadi ada keseimbangan antara yang sudah lama mengabdi dengan yang baru masuk. Jadi sebagai bagian team guru di negeri ini generasi muda juga dikutkan sertifikasi.

2. Prasarana dan sarana sebagai komponen penting juga perlu disiapkan. Melihat arah dan pola perkembangan ke depan sebagai bagian perkembangan global yang menitik beratkan pada teknologi informasi (komputer dan internet) pemerintah harus menyediakan dasarnya, sebagai jalan ke arah itu. Pemerintah dan para ahli harus menciptakan program dan kebijakan yang mendorong dan mempercepat tercapainya kemandirian penyidiaan sarana yang penting.

Namun dari data yang ada di BPS hasil Survei Sosial dan Ekonami tahun 2005, rumah tangga yang sudah punya telepon kabel baru 11,5% dan yang punya komputer di rumah yang terhubung dengan internet baru 2,9%. (Kompas, 27/12/07). Hal ini mengindikasikan bangsa kita belum sepenuhnya siap terhadap keperluan dan tuntutan sarana pendidikan untuk masa depan. Dengan internet peserta didik dapat lebih dapat berekpresi dan tidak tergantung oleh waktu dan tempat serta guru.

3. Fasiltas pendukung yang sering tidak diperhatikan adalah sarana perpustakaan. Setiap sekolahan belum tentu punya perpustakaan dan bagi yang sudah punya koleksi bukunya belum dapat memenuhi kebutuhan siswa. Dari data yang ada lebih kurang 2.500 unit dengan koleksi buku kurang dari ideal 1:1 dari jumlah lebih kurang 52 juta siswa. Untuk laboratorium sekolah biasanya hanya mementingkan bidang IPA sehingga laborat untuk bidang IPS dan bahasa jarang dipenuhi.

4. Tenaga Guru (pengajar) secara nasional sudah baik namun secara daerah perdaerah masih terjadi ketimpangan mencolok. Jumlah guru dan dosen kurang lebih 3,5 juta, dengan jumlah siswa kurang lebih 52 juta hingga dapat rasio 1:15 secara nasional, yang mendekati itu hanya terjadi di DKI, Jabar dan Banten 1:20 siswa untuk SD. Untuk daerah-daerah di luar itu tentunya akan lebih besar lebih-lebih untuk daerah di kepulauan. Hal perlu dibuat pedoman bagaimana tenaga guru di daerah terpencil dapat bertugas dengan tenang dari segi keamanan dan ekonomi, dengan perhatian insentif dan gaji dapat diterima dengan tepat waktu. Sejauh ini banyak kasus justru mereka sering mengalami keterlambatan gaji dan informasi dari pusat, sehingga tidak cepat dapat menerapkan kebijakan yang baru.

Kondisi ini juga dapat dipengaruhi dari GURU dan SISWA serta SEKOLAH.

Guru sebagai fasilitator dan motivator yang baik harus dapat menyesuaikan dengan pola perkembanangan dan karakter dari peserta didik. Sebenarnya siswa di Indonesia mempunyai bakat yang relatif besar jika dibandingkan dengan India, Cina atau yang lain. Hanya kendala yang sering dihadapi siswa kita adalah ketersedian sarana dan kemampuan bahasa asing (Inggris). India yang maju secara teknologi karena dukungan kemampuan bahasa yang baik dan kebijakan negara dari pilihan prioritas di bidang teknilogi.

Hal ini tentu tidak menciutkan kita dan perjuangan pendidik untuk terus berjuangan dan kosisten pada komitmen masa depan, yang tidak terjebak dan terjerumus tujuan sesaat dan bersifat peribadi serta golongan yang sempit. Pola perkembangan belajar siswa untuk mengikuti materi pelajaran di setiap jenjang studi menunjukan ada perbedaan. Ada siswa yang berprestasi biasa di SD namun pada tingkat SMP dan SMA dapat berprestasi sangat luar biasa. atau dapat juga sebaliknya. Hal ini tidak salah karena memang pola yang dimiliki siswa.

Kemampuan belajar siswa untuk menyerap setiap jenis mata pelajaran di sekolah tidaklah sama. Nilai bidang bahasa dan sosial sangat bagus, namun untuk matematika dan sain kurang bagus, atau sebaliknya. Hal ini perlu diperhatikan karena ada UAN maka diusahakan bisa seimbang. Kemampuan sekolah untuk melayani setiap kebutuhan siswa yang berbeda-beda, terbatas oleh waktu dan sumber daya guru. Hal ini bisa menyebabkan siswa kurang leluasa untuk menanyakan atau menyanggah materi yang belum dipahami, sehingga dalam jangka panjang siswa kurang semangat belajar pada materi tsb.

Siswa yang cerdas perlu diberikan ruang yang kondusif untuk berekspresi, supaya tidak jenuh atau merasa kurang diperhatikan. Kadang sekolah dan guru kurang memberikan porsi yang cukup untuk kebutuhan siswa tsb, karena sekolah yang harus melayani banyak siswa tentu kurang waktu untuk itu.

Yahya Asngari

NUSAGAMA@YAHOO.COM